Wisata Pulau Komodo dan 11 Hal Yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Berkunjung!

Wisata Pulau Komodo, pulau komodo, komodo, sailing trip komodo, open trip komodo

Wisata Pulau Komodo

Wisata Pulau Komodo sedang banyak diminati oleh berbagai wisatawan. Taman Nasional Komodo, yang diketahui sebagai satu-satunya habitat reptil yang dilindungi ini menjadi magnet yang mampu menarik banyak wisatawan dari seluruh dunia.

Di bawah ini adalah 11 hal yang wajib kamu ketahui tentang Komodo, atau yang sering juga disebut The Living Dragon

 1. Habitat dan Populasi

Menurut para peneliti, diperkirakan lebih dari 3000 ekor komodo yang hidup dan tersebar di pulau-pulau yang ada di Taman Nasional Komodo. Sekitar 1700 ekor hidup di Pulau Komodo, 1300 ekor hidup dan tersebar di Pulau Rinca, sisanya hidup Gili Motang dan Nusa Kode.

2. Ukuran

Komodo jantan bisa tumbuh hingga panjang 3 meter dengan berat hingga 90 kilogram. Sedangkan komodo betina bisa tumbuh hingga panjang 2 meter dengan berat hingga 60 kilogram.

3. Klasifikasi Taksonomi

Menurut Intergated Taxonomic Information System (ITIS), Komodo diklasifikasikan menjadi berikut.

  • Kingdom: Animalia
  • Subkingdom: Bilateria
  • Infrakingdom: Deuterostomia
  • Phylum: Chordata
  • Subphylum: Vertebrata
  • Infraphylum: Gnathostomata
  • Superclass: Tetrapoda
  • Class: Reptilia
  • Order: Squamata
  • Suborder: Autarchoglossa
  • Family: Varanidae
  • Genus & Species: Varanus Komodoensis
wisata pulau komood, pulau komodo, komodo island, open trip komodo, sailing komodo

Wisata Pulau Komodo

4. Makanan

Komodo adalah hewan karnivora sekaligus predator yang artinya mereka pemakan daging dan juga memakan anaknya sendiri. Komodo merupakan top predator di dalam rantai makanan yang ada di Pulau Komodo. Komodo sanggup melahap mangsa yang ukuran tubuhnya 3x lebih besar seperti Kerbau, Rusa, Babi Hutan, bahkan manusia.

 5. Hobi

Komodo melewati kesehariannya dengan tidur dan berbaring, ini dipercaya oleh peneliti sebagai hobi. Tapi setelah diteliti lebih lanjut ternyata ini adalah teknik Komodo dalam berburu mangsanya.
Komodo memiliki cara yang unik dalam berburu, mereka tidak seperti pemburu lain yang berlari-lari mengejar mangsa tetapi melakukan kamuflase sebagai akar pohon. Inilah mengapa mereka banyak dijumpai sedang berbaring di bawah pohon, jadi ketika mangsa yang lengah lewat, komodo akan bereaksi dengan menerkam mangsa yang biasanya di bagian kaki.

wisata pulau komood, pulau komodo, komodo island, open trip komodo, sailing komodo

Wisata Pulau Komodo

 6. Cara Berkembang Biak

Komodo berkembang biak dengan cara bertelur. Dan yang unik dari komodo adalah bahwa hewan ini memiliki 2 jenis kelamin (Hermaprodit), yakni jantan dan betina. Jadi sejatinya komodo betina tidak membutuhkan pejantan untuk membuahi telur mereka.

Wisata Pulau Komodo – Musim kawin komodo berlangsung antara Juni – Juli. Pada bulan Agustus, komodo betina akan menggali sarang berupa gundukan bekas sarang burung Gosong/burung Maleo untuk menyimpan telurnya yang dapat mencapai 38 butir. Induknya akan menjaga sarang ini sampai 3 bulan pertama guna menghindari predator lain yang mengincar telur.

Uniknya dari skema penetasan telur adalah suhu yang ada di dalam sarang. Semakin hangat suhu sarang maka kemungkinan besar komodo betina yang akan menetas, jadi biasanya telur yang berada di paling bawah adalah para-para betina. Inilah yang menyebabkan perbandingan jantan dan betina di pulau komodo adalah 3 berbanding 1.

 7. Indra Yang Tajam

Komodo memiliki indra penciuman dan penglihatan yang tajam. Hal ini sangat membantu mereka dalam berburu mangsanya. Komodo mampu melihat hingga sejauh 300 meter dan mampu mendeteksi bau bangkai sampai dengan -+9 kilometer hanya dengan menggunakan bantuan lidahnya.

 8. Jago Berlari dan Berenang

Wisata Pulau Komodo – Meski memiliki bobot tubuh yang berat, Komodo mampu berlari hingga 20 kilometer per jam, namun hanya pada jarak yang pendek. Mereka juga merupakan perenang yang baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter. Meskipun Komodo pandai berenang, kita akan jarang menjumpai mereka di dalam air.

 9. Legenda Putri Naga Komodo

Komodo hidup berdampingan dengan satu desa yang bernama Desa Komodo. Pada zaman dahulu, menurut dongeng masyarakat yang ada di desa ini, hiduplah seorang putri di mana orang memanggilnya Putri Naga Komodo. Putri ini menikah dengan seorang pria yang bernama Majo dan melahirkan sepasang bayi kembar (Seorang manusia dan seekor komodo). Bayi laki-laki diberi nama Si Gerong dan dibesarkan di lingkungan manusia, sedangkan bayi komodo diberi nama Ora dan hidup di dalam hutan.

Tahun-tahun berlalu, suatu Ketika si Gerong berburu rusa di hutan, namun pada saat dia akan mengambil rusa buruannya itu tiba-tiba seekor kadal raksasa menyergap dan memakan binantan hasil buruan si Gerong. Dia lalu mencoba mengusir kadal tersebut, namun sia-sia. Kadal itu tetap berdiri tegak di atas bangkai rusa tersebut dan mengancam si Gerong dengan gigi-gigi tajamnya.

Si Gerong memutuskan untuk memanah kadal raksasa itu, namun tiba-tiba muncul seorang wanita yang bersinar yaitu Putri Naga. Dengan lembut dia memisahkan si Gerong dengan kadal itu dan berkata: “Jangan bunuh binatang ini, dia adalah saudara perempuanmu, namanya Ora. Aku melahirkan kalian berdua.” Sejak saat itu, masyarakat di Pulau Komodo memperlakukan komodo dengan baik. Komodo bebas berkeliaran di dalam hutan dan berburu mangsa.

 10. Usia

Dari mulai menetas, komodo membutuhkan waktu 5 tahun untuk mencapai ukuran 2 meter dan dapat terus hidup hingga usia 30 tahun.

 11. Memiliki Air Liur yang Beracun

Komodo memiliki 50 jenis bakteri di dalam air liurnya. 1 dari 50 bakteri ini diketahui sangat beracun yang selalu digunakan untuk membunuh mangsa-mangsanya. Mangsa yang mempunyai tubuh lebih besar biasanya tidak akan langsung mati. Setelah tergigit mereka akan kabur ke dalam hutan namun komodo akan tetap tahu ke mana mangsanya ini pergi. Setelah kurang lebih 1 minggu mangsa yang tergigit ini akan mati lemas, baru komodo akan mendatangi mangsa ini dan melahapnya.

Baca Juga Komodo, Habitat dan Perkembangan Pariwisata NTT